SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Petani di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, berharap pemerintah menambah penyaluran pupuk bersubsidi.  Pasalnya, pupuk yang diterima saat ini dinilai masih kurang dari kebutuhan ideal. 

"Dalam satu hektare itu misalnya dibutuhkan 6 sak, berarti 12 sak atau tiga kwintal, tapi kami hanya dapat hanya 10 sak dalam satu musim, berarti kan kurang," ungkap Kepala Desa Lampuyang, Muksin, Senin, 21 April 2025.

Desa Lampuyang, yang merupakan lumbung beras Kotawaringin Timur, memiliki sekitar 8.000 hektare lahan pertanian potensial.  Saat ini, sekitar 4.500 hektare lahan tersebut telah ditanami padi.  Panen padi yang dimulai awal April lalu menunjukkan hasil yang cukup memuaskan, dengan produktivitas mencapai 4 hingga 5,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.

Meskipun hasil panen cukup baik, Muksin mengakui bahwa keterbatasan pupuk berdampak pada produktivitas.  Ia berharap pemerintah memperhatikan hal tersebut.  

"Pupuk subsidi yang didapat tahun ini dirasakan belum sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok atau RDKK. Padahal, pupuk sangat mutlak dibutuhkan agar padi tumbuh subur dan hasilnya bagus," jelasnya.

Lebih lanjut, Muksin menjelaskan kekurangan pupuk yang diterima. Dalam satu hektare biasanya memerlukan 6 sak pupuk, sehingga jika dua hektare total pupuk yang diperlukan 12 sak. 

"Tapi petani kita menerimanya hanya 10 sak. Seharusnya sekitar 2 ton per musim, tapi cuma 1 ton kami dapat. Sehingga petani kita berharap ada penambahan pupuk subsidi," sebutnya. (DEVIANA/j)