PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Realisasi kegiatan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya hingga triwulan pertama tahun 2025, baru mencapai angka 17,21 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengungkapkan data ini berdasarkan hasil Evaluasi Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) yang melibatkan partisipasi aktif dari berbagai perangkat daerah di lingkup Pemko.

Dia menjelaskan bahwa capaian yang belum optimal ini disebabkan oleh adanya penyesuaian anggaran yang dilakukan untuk mengakomodasi visi dan misi Wali Kota terpilih.

Pergeseran anggaran ini menjadi faktor utama yang mempengaruhi progres pelaksanaan berbagai program dan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya.

Kendati demikian, Fauzi memberikan catatan positif terkait dengan kegiatan fisik di lapangan. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar kegiatan fisik telah berjalan atau sedang dalam tahap proses lelang.

"Ini artinya bahwa meskipun realisasi anggaran belum maksimal, upaya implementasi program secara fisik terus bergerak maju," katanya, Selasa, 22 April 2025.

Dia menekankan pentingnya efisiensi anggaran pada program-program yang secara langsung menyentuh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, dengan alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran, dampak positif pembangunan akan lebih signifikan bagi warga Kota Palangka Raya.

Untuk mencapai tujuan tersebut ia mendorong seluruh perangkat daerah untuk melakukan inovasi dalam pelaksanaan program dan kegiatan.

"Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran serta mempercepat realisasi target-target pembangunan yang telah ditetapkan," pungkasnya. (HENDRI/j)