PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengungkapkan bahwa realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga triwulan pertama tahun anggaran 2025 masih berada di angka yang relatif rendah.

Dari total APBD yang ditetapkan sebesar Rp1.460.614.988.404, baru terealisasi sebesar Rp186.211.314.491.

"Hingga akhir Maret 2025, penyerapan anggaran kita baru mencapai Rp186,21 miliar lebih atau 12,75 persen," katanya, Selasa, 22 April 2025.

Ia menilai tingkat penyerapan anggaran pada triwulan pertama ini belum sesuai dengan harapan.

Beberapa faktor disinyalir menjadi penyebab kondisi ini, di antaranya adalah proses administrasi yang masih berjalan, tahapan pelaksanaan program dan kegiatan yang belum memasuki fase pembayaran signifikan, serta adanya beberapa proyek yang masih dalam tahap perencanaan dan persiapan lelang.

Meskipun demikian, Fauzi Rahman menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mempercepat penyerapan anggaran pada triwulan-triwulan berikutnya.

Koordinasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan diintensifkan untuk memastikan program dan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga realisasi keuangan dapat meningkat secara signifikan.

"Kami akan terus memonitor dan mengevaluasi kinerja penyerapan anggaran di setiap OPD. Langkah-langkah percepatan akan terus kami lakukan agar target penyerapan anggaran yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal hingga akhir tahun anggaran," imbuhnya.

Pihaknya juga berharap agar kendala-kendala yang menghambat proses penyerapan anggaran dapat segera diatasi.

Dengan sisa waktu anggaran yang masih panjang, pemerintah kota  optimis dapat meningkatkan realisasi keuangan APBD hingga akhir tahun 2025.

Upaya percepatan dan efisiensi dalam pelaksanaan program dan kegiatan menjadi kunci untuk mencapai target pembangunan dan pelayanan publik yang telah direncanakan. (HENDRI/j)