PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Sekda Palangka Raya, Arbert Tombak, menekankan krusialnya sinkronisasi antara perencanaan dan penganggaran dalam setiap program dan kegiatan pemerintah daerah.

Menurutnya keselarasan antara perencanaan yang matang dan pengalokasian anggaran yang tepat sasaran merupakan fondasi utama untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Tanpa adanya sinkronisasi yang baik, program-program yang telah disusun berpotensi tidak berjalan optimal, bahkan terancam gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan," katanya, Selasa, 22 April 2025..

Dia menjelaskan bahwa sinkronisasi perencanaan dan anggaran bukan hanya sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh perangkat daerah.

Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai prioritas pembangunan daerah serta kemampuan untuk menerjemahkannya ke dalam rencana kerja dan kebutuhan anggaran yang realistis.

Arbert juga menyoroti pentingnya inovasi dan reformasi birokrasi dalam mendukung sinkronisasi ini. Dengan adanya perubahan nomenklatur beberapa badan dan pengukuhan pejabat baru, diharapkan tercipta semangat baru dalam menjalankan program-program yang telah direncanakan.

"Sinergi dan kolaborasi antar OPD menjadi kunci utama dalam mengkonsolidasikan program-program agar berjalan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Dia mengajak seluruh jajaran pemerintah kota untuk terus berpacu dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel.

Dengan perencanaan yang matang, penganggaran yang cermat, serta pelaksanaan yang terkoordinasi, diharapkan pembangunan di Kota Palangka Raya dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh masyarakat. (HENDRI/j)