BORNEONEWS, Palangka Raya - Syaifulah, pemilik akun Syaif Hola, hadir dalam sidang adat di Kalimantan Tengah untuk mempertanggungjawabkan pembuatan video wawancara Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang viral dan menimbulkan kontroversi.
Syaifulah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kalimantan Tengah dan Dewan Adat Dayak (DAD) atas konten video yang telah dibuatnya.
Ia mengakui kesalahannya dan menyatakan bahwa pembuatan video tersebut merupakan tindakan yang teledor.
"Saya tidak memiliki kaitan dengan sentimen negatif terhadap masyarakat Dayak, mengingat ia sendiri lahir dan besar di Palangka Raya," ungkapnya, Selasa, 22 April 2025.
Syaifulah menekankan bahwa kejadian ini merupakan kesalahan pertamanya dan terakhir. Ia berharap mendapatkan arahan dari para tokoh adat yang hadir dalam sidang tersebut agar dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik.
"Saya menyesali perbuatan saya dan berharap mendapatkan pemaafan dari semua pihak yang merasa dirugikan," jelasnya.
Ia berharap kasus ini dapat diselesaikan di tingkat peradilan adat dan tidak berlanjut ke ranah pidana.
"Saya benar - benar minta maaf kepada bapak Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan kepada masyarakat Kalteng atas konten saya yang kurang berkenan mungkin di masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/j)









