SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Koordinator Pos SAR Sampit Ridwan menyampaikan penekanan penting terkait prosedur keselamatan dalam aktivitas di perairan, terutama saat penanganan musibah maupun bencana.

“Kami memberikan dua materi utama, yakni penyelaman dan keselamatan di air, khususnya terkait pengoperasian perahu karet. Namun, yang paling penting dari semua itu adalah soal safety,” ujar Ridwan.

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan pelatihan pertolongan air (water rescue) yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) di Danau Alam Salju, Selasa, 22 April 2025.

Menurutnya, dalam penyelamatan air, risiko tetap tinggi meski seseorang memiliki kemampuan berenang. Banyak kasus darurat justru terjadi akibat kelalaian terhadap prosedur keselamatan dasar.

“Orang yang pandai berenang pun tetap berisiko celaka. Misalnya jika terpeleset atau terbentur bagian tubuhnya, apalagi kepala. Jika pingsan di air, tentu akan sangat sulit diselamatkan,” katanya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penggunaan life jacket (rompi pelampung) wajib digunakan dan harus selalu melekat di tubuh selama melakukan penyelamatan di perairan. Prosedur keselamatan tidak boleh diabaikan, baik saat pelatihan, kegiatan operasional, maupun saat menghadapi bencana sesungguhnya.

“Safety adalah prioritas utama. Setiap orang yang terlibat dalam penyelamatan air wajib patuh terhadap prosedur. Jangan sampai niat menolong justru membahayakan diri sendiri,” pungkasnya.

Adapun kegiatan latihan bersama ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang puncaknya akan berlangsung pada 26 April 2025. Pelatihan ini melibatkan personel dari berbagai instansi termasuk BPBD Kotim, BKSDA Resort Sampit, dan Pos SAR Sampit. (DEWI PATMALASARI/H)