BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka menyambut Festival Literasi Harati Tahun 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Lomba Perpustakaan Sekolah Terbaik yang ditujukan bagi SMP/MTS di Kota Palangka Raya.
Lomba ini bertujuan untuk mendorong literasi, kreativitas siswa, serta peran aktif perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran dan edukasi keuangan.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, menjelaskan bahwa peserta lomba dibatasi hanya untuk 20 sekolah pendaftar pertama yang memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
“Setiap peserta merupakan satu tim yang terdiri dari pustakawan atau pengelola perpustakaan serta siswa atau siswi dari sekolah tersebut. Lomba ini menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan inovasi serta semangat literasi dari lingkungan sekolah,” ujarnya, Selasa 22 April 2025.
Ia menjelaskan adapun ketentuan lomba meliputi kewajiban untuk:
- Mengikuti akun Instagram @perpusbikalteng dan @bank_indonesia_kalteng
- Mengisi serta mengirimkan formulir profil perpustakaan yang telah disediakan panitia
- Membuat video vlog bertajuk “Aku dan Perpustakaan Sekolahku” berdurasi maksimal 5 menit dengan format potret (9:16)
- Mengunggah vlog ke akun Instagram sekolah atau perpustakaan, menyertakan tag @perpusbikalteng, serta menggunakan hashtag #FestivalLiterasiHarati dan #LombaPerpustakaanSekolahTerbaik dengan caption menarik
- Membuat poster digital bertema “Bank Indonesia: Inflasi, Uang Rupiah, Sistem Pembayaran Non Tunai, Pengembangan UMKM” yang dicetak dan dipajang di perpustakaan serta mading sekolah
Yuliansah juga menegaskan bahwa seluruh karya yang dilombakan tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, atau kekerasan. Keputusan dewan juri bersifat mutlak, dan seluruh peserta wajib mematuhi ketentuan yang berlaku.
Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilakukan pada puncak acara Festival Literasi Harati yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 7 Mei 2025.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat literasi semakin tumbuh di kalangan pelajar dan perpustakaan sekolah dapat menjadi pusat aktivitas edukatif dan kreatif,” tutupnya. (MARINI/H)









