BORNEONEWS, Sampit – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama sejumlah instansi terkait terus menggencarkan sosialisasi opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan opsen bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) guna meningkatkan pendapatan daerah. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 21 hingga 23 April 2025.
Kepala Bapenda Kotim, Ramadansyah menjelaskan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Bapenda Kotim, Bapenda Provinsi Kalimantan Tengah, Samsat Kotim, Satlantas Polres Kotim, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.
"Opsen pajak kendaraan tahun ini langsung masuk ke kas provinsi dan kas daerah setiap hari, tidak seperti dulu yang sistemnya bagi hasil. Ini jadi tanggung jawab kita bersama untuk mengoptimalkan penerimaan daerah," ujar Ramadansyah, Selasa, 22 April 2025.
Hal itu disampaikannya setelah kegiatan sosialisasi opsen PKB dan opsen BBNKB tahun 2025 di depan Stadion 29 November, Jalan Tjilik Riwut Sampit.
Dalam kegiatan tersebut, ia mengapresiasi pemilik kendaraan yang langsung membayar pajak saat menyadari sudah lewat jatuh tempo.
Di saat bersamaan, mobil Samsat Keliling juga membuka layanan pembayaran pajak di Kecamatan Telawang. Sehingga masyarakat di wilayah tersebut dapat membayar pajak kendaraan tanpa harus ke Sampit.
Ramadansyah menegaskan, kegiatan ini bukan razia, melainkan imbauan dan edukasi kepada pengguna kendaraan, khususnya roda empat, agar tertib administrasi dan taat pajak.
Ia juga mengajak pemilik kendaraan yang beroperasi di Kotim untuk segera mengubah plat kendaraan menjadi KH-F, guna mendukung pendapatan asli daerah (PAD).
"Jika kita sudah tinggal dan berusaha di Kotim, maka mari kita berkontribusi dengan membayar pajak di sini. Pajak yang dibayarkan akan digunakan untuk membangun infrastruktur daerah seperti jalan," tambahnya.
Opsen PKB tahun ini ditargetkan Rp80.413.193.784, saat ini realisasinya Rp9.603.188.295 atau 11,94 persen. Sementara itu opsen BBNKB ditargetkan Rp71.415.441.009, realisasinya saat ini Rp8.822.785.650 atau 12,35 persen.
"Padahal target kita di triwulan pertama minimal 15 persen. Maka dari itu, kegiatan ini kami harapkan bisa mendorong percepatan realisasi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









