BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah menyelesaikan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS melanjutkan rapat dengan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB yang salah satu poin utamanya adalah persetujuan perubahan susunan Direksi Perseroan.
Dengan keputusan ini SSMS menata ulang struktur kepemimpinannya guna meningkatkan efektivitas dalam menjalankan strategi bisnis ke depan.
Berdasarkan hasil RUPSLB, susunan Dewan Komisaris kini terdiri dari Bungaran Saragih sebagai Komisaris Utama, Hoesen sebagai Komisaris Independen, dan Rimbun Situmorang sebagai Komisaris.
Sementara itu jajaran Direksi diperkuat dengan kehadiran Jap Hartono sebagai Direktur Utama didampingi oleh Akhmad Faisyal, Jahja Tanudjaja Adelai, dan Roshan Chakravarthy sebagai Direktur. Pergantian ini diharapkan mampu membawa energi baru dalam menjalankan visi misi perseroan.
Direktur Utama SSMS Jap Hartono menyampaikan bahwa perubahan struktur kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya strategis perseroan dalam meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai tambah bagi industri kelapa sawit.
"SSMS terus berfokus pada inovasi dan memperkuat posisi di pasar nasional maupun internasional, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional," kata Jap dalam rilisnya pada Selasa, 22 April 2025.
Sebagai salah satu industri strategis nasional, sektor kelapa sawit berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
SSMS berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan industri ini dengan mengadopsi teknologi modern dan menerapkan praktik ramah lingkungan.
Langkah ini tidak hanya berorientasi pada profitabilitas tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
"SSMS juga tetap mempertahankan pencapaian sertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil) dan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), yang menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," katanya.
Sertifikasi ini memberikan jaminan bahwa praktik bisnis yang dilakukan telah memenuhi standar internasional dalam aspek lingkungan dan sosial.
Keberlanjutan strategi menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas produksi dan memperkuat daya saing SSMS di tengah dinamika industri kelapa sawit yang semakin kompetitif.
"Dengan dukungan kepemimpinan baru, SSMS optimistis bahwa inovasi dalam produksi dan pengelolaan bisnis akan semakin efektif, terutama dalam menghadapi tantangan global dan perubahan regulasi industri," tutur Jap.
Dari sisi keuangan, SSMS mencatatkan pertumbuhan pendapatan di atas rata-rata industri, memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam sektor kelapa sawit.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pengelolaan yang solid serta strategi bisnis yang adaptif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan.
Dengan adanya restrukturisasi kepemimpinan serta fokus pada inovasi dan keberlanjutan, SSMS menatap masa depan dengan optimisme.
Perusahaan terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri kelapa sawit nasional serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.(TESTI PRISCILLA/R)









