BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya penurunan jumlah penumpang angkutan udara dan laut selama Februari 2025.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti mengungkapkan bahwa jumlah penumpang pesawat mengalami penurunan sebesar 13,29 persen dibandingkan Januari 2025.
"Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut juga turun sebesar 12,18 persen dalam periode yang sama," kata Agnes pada Selasa, 22 April 2025.
Penurunan jumlah penumpang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kondisi ekonomi masyarakat serta perubahan pola perjalanan setelah periode liburan.
"Kami melihat ada dampak dari berakhirnya masa liburan panjang, sehingga mobilitas masyarakat kembali ke pola normal," ujar Agnes dalam keterangan resminya.
Selain faktor musiman, penurunan ini juga bisa terkait dengan kebijakan tertentu yang mempengaruhi pergerakan masyarakat.
"Kami terus memantau apakah ada faktor lain, seperti kebijakan harga tiket atau kebijakan terkait perjalanan yang mungkin berkontribusi terhadap penurunan ini," tambahnya.
Meskipun demikian, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berupaya meningkatkan konektivitas transportasi guna mendorong kembali pertumbuhan jumlah penumpang.
Langkah-langkah strategis seperti peningkatan layanan dan promosi perjalanan akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan angka mobilitas masyarakat di Kalimantan Tengah.
BPS Kalteng akan terus melakukan pemantauan dan analisis terhadap tren perjalanan masyarakat untuk memberikan informasi yang akurat dan komprehensif bagi perumusan kebijakan transportasi di wilayah tersebut.
"Kami akan melihat data di bulan-bulan berikutnya untuk mengetahui apakah tren penurunan ini bersifat sementara atau ada pola baru yang muncul dalam mobilitas masyarakat, " pungkas Agnes.(TESTI PRISCILLA/R)









