BORNEONEWS, Pulang Pisau - Potensi peternakan ayam potong bisa dibilang sangat menjanjikan. Hal tersebut diakui Eprison, seorang peternak di Pulang Pisau yang sukses mengembangkan peternakan ayam potong dengan metode closed house.
Pada 2017 yang lalu, dengan bermodalkan Rp250 juta ia berhasil mengembangkan usaha tersebut sampai dengan saat ini. Modal tersebut diperuntukkan untuk membangun kandang serta melengkapi fasilitas untuk melakukan peternakan.
"Dengan modal itu, saat itu saya masih bisa membuat kandang dengan kapasitas 3500 ekor saja dan untuk saat ini sudah ada 7000 ekor yang diternak," ucapnya, Selasa, 22 April 2025.
Terkait dengan keuntungan, ia mengakui mampu meraup keuntungan sebesar Rp60 juta untuk per periode panen atau sekitar 35 hari setelah bibit ayam masuk.
"Bahkan setelah pasca panen, kotoran ayam yang tertinggal bisa dijual kembali dengan harga 10 ribu perkarung," katanya.
Ia menjelaskan, terkait pemasaran dirinya tidak perlu khawatir karena semua sudah diatur oleh mitra dari pihak perusahaan. Untuk hasil penjualan, nantinya akan dihitung kembali termasuk bibit, pakan dan obat selama proses ternak sampai dengan panen.
"Karena ternak ayam potong ini sangat menjanjikan, saya berencana menambah kandang dengan menggunakan metode yang sama tentunya dengan sistem serta perlengkapan yang lebih bagus agar hasil nya lebih maksimal," tutupnya. (M PRADILA KANDI/j)









