BORNEONEWS, Sampit – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor pendidikan, baik formal maupun nonformal. Hal ini disampaikan dalam tanggapan Fraksi PKB terhadap pelaksanaan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kotim Tahun 2025–2029.
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing di Kotim. Oleh karena itu, Pemkab diminta untuk menjamin akses pendidikan gratis khususnya pada jenjang usia dini, pendidikan dasar, dan menengah.
“Pendidikan harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah harus mampu memberikan akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Anggota Fraksi PKB DPRD Kotim Zainudin, Rabu, 23 April 2025.
Selain itu, Fraksi PKB juga menyoroti kesejahteraan tenaga pendidik yang hingga saat ini masih tergolong rendah. Mereka menilai peningkatan insentif dan dukungan terhadap guru, baik di sekolah formal maupun lembaga nonformal, sangat penting untuk menunjang kualitas pendidikan di daerah.
Tak hanya itu, Fraksi PKB menegaskan pentingnya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Hal ini mencakup fasilitas pendidikan formal seperti sekolah umum, serta pendidikan nonformal seperti pendidikan keagamaan, madrasah, dan khususnya pondok pesantren yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kami juga mendorong terbentuknya perda tentang pendidikan non formal seperti pendidikan keagamaan , madrasah dan pondok pesantren,” ujarnya.
Dengan dorongan ini, Fraksi PKB berharap RPJMD 2025–2029 benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor pendidikan, guna menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia. (DEWI PATMALASARI/j)









