BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Arut berencana menambah kapasitas produksi air baku dari sebelumnya 150 liter per detik menjadi 200 liter per detik. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Direktur PDAM Tirta Arut, Sapriansyah, mengatakan bahwa usulan penambahan kapasitas tersebut telah diajukan. Menurutnya, kebutuhan air bersih terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan setiap tahunnya.
"Kita sudah usulkan untuk penambahan kapasitas produksi air baku. Hal ini berkaitan dengan terus bertambahnya pelanggan PDAM. Semoga di tahun ini bisa terealisasi," ujarnya, Rabu, 23 April 2025.
Ia menjelaskan bahwa dukungan dari Pemerintah Daerah sangat besar terhadap pengembangan pelayanan PDAM. Namun, realisasi penambahan kapasitas masih bergantung pada kondisi anggaran.
"Kalau dukungan Pemda sangat luar biasa kepada PDAM. Apalagi Ibu Bupati Hj Nurhidayah sangat mendukung penuh program yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Tapi karena ada efisiensi anggaran, kita belum tahu apakah bisa terealisasi tahun ini," lanjutnya.
--page
Saat ini, PDAM Tirta Arut memiliki 11 unit pelayanan air minum (PAM) yang tersebar di berbagai wilayah Kobar, dengan total pelanggan hampir mencapai 29 ribu. Sementara itu, pelanggan baru terus bertambah hingga hampir 1.000 orang per tahun.
"Dengan jumlah pelanggan yang terus meningkat, tentu perlu peningkatan kapasitas. Idealnya, 50 liter per detik bisa melayani sekitar 19.000 hingga maksimal 20.000 pelanggan," jelasnya.
Sapriansyah mengakui, khusus di wilayah Pangkalan Bun saat ini telah terjadi over kapasitas, sehingga peningkatan produksi menjadi kebutuhan mendesak. Selain itu, masih terdapat desa-desa yang belum terlayani secara maksimal, seperti Desa Tempayung, Despot, dan Riam Durian.
"Sudah ada beberapa titik yang terlayani, namun jaringan belum maksimal. Karena kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur, kami juga suplai air bersih secara gratis menggunakan truk tangki ke lokasi-lokasi yang belum terlayani," tambahnya.
Kendala utama dalam pengembangan layanan adalah keterbatasan kapasitas produksi dan jaringan distribusi air. Hal ini memerlukan anggaran yang cukup besar, sementara kemampuan APBD Kobar masih terbatas.
"Makanya kami terus berinovasi dan membangun jaringan secara swadaya, 1 sampai 2 kilometer. Belum lama ini kami juga telah melakukan pengembangan jaringan untuk tiga tempat ibadah, yakni Vihara, Masjid, dan Pura," paparnya.
--page
Ia menegaskan bahwa orientasi utama PDAM adalah pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, kualitas pelayanan disebut mengalami peningkatan signifikan, terlihat dari menurunnya jumlah keluhan pelanggan dan meningkatnya tingkat kepatuhan pembayaran.
"Tingkat taat bayar pelanggan sekarang sudah di atas 90 persen, dan keluhan pun semakin minim. Ini menandakan bahwa pelayanan kami semakin baik," pungkasnya. (DANANG/y)









