BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rudianur menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kotim 2025–2029. Pernyataan ini disampaikan menyusul tingginya angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2024, tingkat kemiskinan di Kotim tercatat mencapai 5,66 persen.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Kotawaringin Barat yang berada di angka 4,11 persen.
“Ini menjadi sinyal bahwa kita menghadapi tantangan serius dalam hal pengentasan kemiskinan. Maka dari itu, program-program strategis di RPJMD ke depan harus benar-benar difokuskan untuk menekan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial-ekonomi,” ujar Rudianur, Rabu, 23 April 2025.
Fraksi Golkar mendorong penanganan kemiskinan secara terintegrasi yang mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta penguatan program bantuan sosial.
Insentif-insentif khusus guna mentrimulasi ekonomi juga sangat diperlukan untuk meminimalisir kesenjangan sosial-ekonomi.
Menurut Rudianur, keberhasilan program pengentasan kemiskinan sangat bergantung pada pendekatan yang komprehensif, termasuk pelibatan aktif masyarakat dan koordinasi lintas sektor.
“Jika kita bisa membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, maka upaya pengentasan kemiskinan di Kotim akan lebih efektif. Hasilnya akan terlihat pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah,” tutupnya. (DEWI PATMALASARI/R)









