PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atah BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan pentingnya devisa yang dihasilkan dari ekspor minyak sawit dan produk turunannya dalam menjaga stabilitas neraca perdagangan non-migas Indonesia.

Menurut laporan PASPI Monitor (2021), tanpa ekspor minyak sawit, neraca non-migas biasanya mengalami defisit. Sebaliknya, dengan adanya ekspor minyak sawit, neraca non-migas berhasil mencatatkan surplus yang konsisten.

Eddy Abdurrahman mengungkapkan bahwa kontribusi ekspor produk sawit terhadap ekspor non-migas mencapai sekitar 12 persen, berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI tahun 2024.

"Terlebih lagi, selama masa pandemi Covid-19 (2020-2021), ketika ekspor dari sektor lain melemah, devisa sawit menjadi penopang utama bagi neraca perdagangan non-migas," kata Eddy pada Rabu, 23 April 2025.

Dalam periode 10 tahun terakhir, kontribusi devisa sawit menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja neraca perdagangan non-migas Indonesia.

Laporan PASPI (2021) mencatat bahwa hanya pada 2010, 2011, dan 2020, neraca non-migas tanpa devisa sawit berhasil mencatat surplus. Pada tahun lainnya, neraca non-migas tanpa devisa sawit terus mengalami defisit.

Menurut grafik yang dianalisis PASPI, devisa sawit telah menjadi faktor utama dalam menciptakan surplus pada neraca non-migas selama periode 2010-2020.

"Perbedaan mencolok terlihat antara neraca non-migas yang mengecualikan devisa sawit dan neraca non-migas yang memperhitungkan devisa sawit, di mana devisa sawit secara konsisten menyumbang ke surplus tersebut," katanya.

Kontribusi devisa sawit ini memiliki dampak yang luas, terutama dalam membantu Indonesia mengurangi defisit neraca perdagangan secara keseluruhan, yang telah menjadi tantangan sejak 2004.

Eddy menekankan bahwa surplus neraca non-migas sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional.

Sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia, minyak sawit terus memainkan peran vital dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Di tengah tantangan global, ekspor minyak sawit menjadi solusi strategis yang memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi dan perdagangan internasional.(TESTI PRISCILLA/R)