PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya terus mempertegas komitmennya dalam mewujudkan Zona Integritas (ZI) dengan target meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2025.

Sebagai langkah konkret, RSUD menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Zona Integritas yang berlangsung beberapa hari lalu di aula rumah sakit.

Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Tim Inspektur Pembantu Wilayah IV dari Inspektorat Kota Palangka Raya.

Kehadiran tim ini memiliki peran krusial dalam melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap seluruh tahapan implementasi pembangunan ZI yang sedang berjalan di lingkungan RSUD.

Direktur RSUD Kota Palangka Raya, dr. Abram Sidi Winasis, dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar formalitas untuk memenuhi kewajiban.

--page


"Lebih dari itu, inisiatif ini merupakan manifestasi nyata dari upaya pembentukan budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai bersih, transparan dan akuntabel di seluruh lini organisasi," katanya, Kamis, 24 April 2025.

Dalam sesi pemaparan di hadapan tim evaluasi, jajaran RSUD mempresentasikan berbagai program unggulan yang telah diimplementasikan maupun yang sedang dalam tahap pengerjaan.

Program-program tersebut mencakup aspek-aspek krusial seperti manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), penguatan pengawasan internal, serta peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, RSUD Palangka Raya menunjukkan progres positif dalam hasil evaluasi indeks persepsi masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan, Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) berhasil mencapai skor 5,670 dari skala maksimal 6,00.

Sementara itu, Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan (IPKP) mencatatkan angka 5,340, yang mengindikasikan bahwa tingkat pelayanan yang diberikan oleh RSUD dinilai sangat baik oleh masyarakat.

Menutup keterangannya, dr. Abram Sidi Winasis menekankan pentingnya sinergi dan dukungan dari seluruh jajaran RSUD serta para pemangku kepentingan terkait dalam upaya mencapai target WBK pada tahun ini.

Dia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan tanggung jawab kolektif dan bukan hanya menjadi tugas manajemen semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen rumah sakit. (HENDRI/Y)