TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dua perwakilan Komunikasi Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Barito Timur mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Platform Digital Kemitraan KIM yang digelar di Palangka Raya, 24 hingga 25 April 2025.

Mereka adalah Sulidia Eka Setiano, Admin KIM Kabupaten Barito Timur, dan Kristyani, Admin KIM Desa Gumpa, Kecamatan Dusun Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Diskominfosantik Kalteng, Agus Siswadi.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang komunikasi publik, khususnya dalam pengelolaan informasi berbasis digital di tingkat desa hingga kabupaten.

“Pemerintah Provinsi berkomitmen memperkuat peran KIM sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui Bimtek ini, para admin KIM dibekali kemampuan menyampaikan informasi secara cepat, akurat dan terstruktur di era digital,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Agus Siswadi juga mengumumkan langkah strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung infrastruktur komunikasi di daerah terpencil, yakni melalui pengadaan 457 unit pemancar internet berbasis Starlink dengan tenaga surya (solar cell) untuk desa-desa yang masih terkendala akses listrik.

Tak hanya itu, setiap kabupaten juga akan memperoleh bantuan satu unit videotron untuk menunjang publikasi visual di ruang-ruang publik.

Dengan mengikuti kegiatan ini, KIM Barito Timur diharapkan dapat semakin adaptif dan berdaya guna dalam menyajikan informasi yang edukatif, mencerahkan, sekaligus membangun partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah.

Usai pembukaan, peserta Bimtek bersama Kepala Diskominfosantik turut mengunjungi pameran hasil karya dan produk unggulan KIM yang digelar di okasi yang sama. Pameran tersebut menampilkan berbagai produk khas Kalimantan Tengah, mulai dari kerajinan tradisional seperti lawung, sumping dan Lilis Lamiang Jewelry, hingga kuliner lokal seperti amplang tenggiri, keripik kalakai, rengginang, bajakah, dan madu hutan.

Pameran ini menjadi bukti nyata bagaimana KIM juga berperan dalam mendukung ekonomi kreatif masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan KIM kabupaten dan desa dari seluruh Kalimantan Tengah. Mereka menerima materi teknis penggunaan platform digital kemitraan serta penguatan peran KIM dalam mendiseminasi informasi pembangunan dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)