SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar simulasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di SMPN 8 Sampit sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bahwa lokasi simulasi dipilih berdasarkan pengalaman nyata pada peristiwa karhutla tahun 2019, di mana api sempat mengancam sekolah tersebut.

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk membangun kesadaran sejak dini. Tahun 2019 SMPN 8 Sampit nyaris terdampak karhutla. Beberapa bangunan hampir dikejar api,” ujar Multazam, Kamis, 24 April 2025.

Multazam menekankan, kegiatan ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk mencetak agen perubahan dalam kesiapsiagaan bencana, khususnya di kalangan pelajar.

Menurutnya, pelajar bisa menjadi pemimpin dalam penanggulangan bencana, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat sekitar.

“Hari Kesiapsiagaan Bencana ini momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap berbagai ancaman bencana. Kegiatan ini disesuaikan dengan bencana masing-masing daerah misalnya di Kalimantan yang rentan terhadap kekeringan, karhutla, dan banjir,” tambahnya.

Ia menyebut, hari kesiapsiagaan bencana tahun ini menyasar seluruh satuan pendidikan secara nasional. Keterlibatan sekolah dinilai sangat strategis karena memiliki jumlah peserta yang masif dan struktur yang lebih mudah dikoordinasikan dibandingkan masyarakat umum yang lebih tersebar.

“Satuan pendidikan memiliki dampak besar dalam meningkatkan kompetensi kesiapsiagaan bencana. Anak-anak akan memahami bahwa mereka bisa menjadi kontributor aktif  menyebarkan pengetahuan kebencanaan,” ujarnya.

Multazam berharap, melalui kegiatan seperti ini, mindset baru akan tumbuh di kalangan pelajar, bahwa urusan kebencanaan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau orang dewasa, tapi juga anak-anak sebagai generasi penerus. (DEWI PATMALASARI/R)