BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengingatkan para penangkap ikan agar tidak melakukan aktivitas penangkapan yang membahayakan lingkungan maupun merusak habitat ikan.
Ia menekankan, pentingnya menjaga ekosistem perairan demi kelestarian ikan-ikan lokal yang menjadi kekayaan hayati daerah.
“Penangkapan ikan jangan sampai menggunakan cara-cara merusak, seperti racun atau setrum. Itu tidak hanya membahayakan lingkungan, tapi juga bisa mengancam keberlangsungan hidup ikan lokal,” ujar Nenie, Jumat 25 April 2025.
Ia mencontohkan, ikan lais sebagai salah satu spesies lokal. Untuk itu, dirinya meminta pemerintah bersama masyarakat harus bersinergi dalam melindungi ekosistem perairan, termasuk dengan mengedukasi para nelayan tradisional agar melakukan penangkapan secara bijak dan berkelanjutan.
“Ikan lokal seperti lais punya nilai ekonomi sekaligus nilai budaya. Kalau tidak dijaga, generasi mendatang bisa kehilangan potensi besar ini,” tambahnya.
Nenie juga mendorong, dinas terkait untuk aktif melakukan pengawasan di wilayah perairan dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku penangkapan ilegal yang merusak lingkungan. (MARINI/H)









