BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran penuhi janjinya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di perdesaan. Gubernur dan Rektor Universitas Terbuka, Prof Tian Belawati menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of undestanding (MoU) di Palangka Raya, Jumat (7/10/2016). Ini bagian dari tekad Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran memfasilitasi kuliah para kepala desa (Kades) di Kalteng yang masih berijazah SLTA.
“Beban Kades sekarang kan lebih berat. Kita harus bekali mereka dengan pengetahuan dan wawasan. Bayangkan saja, berapa dana yang digelontor melalui alokasi dana desa (ADD), bisa miliaran,” kata Sugianto Sabran, di Palangka Raya, Minggu (9/10/2016).
Setidaknya ungkapan Sugianto beberapa pekan lalu bukan sekedar isapan jempol. Sebaliknnya, mulai ada proses dan tahap MoU ini sekaligus menepis kalangan yang menilai keinginan Gubenur itu, hanya sebatas wacana belaka. Sugianto menyebut, langkah meningkatkan kualitas SDM dilandasi keprihatinan besarnya beban tugas Kades sekarang ini.
“Ini juga dalam rangka pembangunan Kalteng agar visi-misi Kalteng Berkah cepat terwujud., Kita sekolahkan mereka, agar jangan sampai tata kelola anggaran desa itu membuat mereka tersandung hukum. Intinya, agar semakin baik dalam membangun desanya, jangan sampai salah urus,” beber gubernur.
Selain kuliahkan Kades, rangkaian MoU dengan pihak UT tersebut menurut Sugianto, juga untuk menyekolahkan pemuda-pemudi desa tidak mampu yang kebetulan sekarang jauh dari akses perguruan tinggi. Dengan harapan, mereka tidak keluar kampung meninggalkan keluarganya tetapi tetap bisa belajar atau kuliah.
Target awal yang ditetapkan Sugianto dalam masa jabatannya, ada 5 ribu sarjana yang bisa dibantu pemerintah. Karena itu, ia meminta Kepala Dinas Pendidikan Kalteng untuk membuat skema penganggaran dalam APBD, termasuk formula sharing dengan kabupaten.
“Saya ingin masyarakat Kalteng ini banyak yang lanjut kuliah S1. Dengan konsep UT ini, mereka bisa kuliah tetapi tidak meninggalkan pekerjaannya dan tetap bisa menjaga orang tuanya. Kalau harus ke kota, kan kasihan keluarganya. Jadi 5 ribu calon mahasiswa itu nantinya berasal dari unsur Kades dan pemuda dari kalangan tidak mampu,” tandas dia.
Sementara itu, dari laman Kementerian Keuangan, dana ADD yang masuk Kalteng sebesar Rp904,37 miliar.Dana sebesar itu untuk alokasi 1.434 desa se-Kalteng, dengan besaran Rp565.640.000 tiap desa. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).








