SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah menyoroti masih rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2024, APK pada jenjang SD di Kotim memang cukup baik yakni 106,34 persen. Namun, pada jenjang SMA/SMK hanya mencapai sekitar 58,05 persen, masih di bawah rata-rata nasional yang sebesar 64,32 persen.

“Ini menunjukkan perlunya perhatian serius dalam meningkatkan partisipasi pendidikan menengah di Kotim,” ujar Riskon, Jumat, 25 April 2025.

Fraksi Partai Golkar mendorong Pemkab Kotim untuk mengambil langkah strategis melalui peningkatan mutu layanan pendidikan, perbaikan dan pembangunan sarana prasarana, serta peningkatan kompetensi guru agar tantangan ini bisa diatasi secara menyeluruh.

Selain pendidikan, Fraksi Golkar juga menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Riskon, investasi di bidang pendidikan dan kesehatan merupakan kunci untuk mempercepat kemajuan Kotim dalam jangka panjang.

“Ini adalah pondasi utama untuk mewujudkan visi Kotim unggul 2045. RPJMD 2025-2029 harus mampu menyusun program-program imperatif yang fokus pada pembangunan manusia sebagai penggerak utama kemajuan daerah,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)