SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Kadir menegaskan bahwa sektor kesehatan di daerah ini masih menghadapi sejumlah tantangan serius, terutama dalam hal penanganan stunting dan peningkatan mutu layanan rumah sakit.

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) tahun 2023, prevalensi stunting di Kotim tercatat sebesar 19,14 persen. Angka ini masih jauh dari target nasional yang ditetapkan sebesar 14 persen pada tahun 2024.

“Angka ini mengkhawatirkan. Pencegahan dan penanganan stunting harus menjadi prioritas utama, agar kita bisa menciptakan generasi muda yang sehat dan produktif,” kata Abdul Kadir, Jumat, 25 April 2025.

Menurutnya, penguatan layanan puskesmas serta pelaksanaan program-program intervensi stunting perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.

Selain itu, revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit juga perlu segera dilakukan, mengingat banyaknya keluhan masyarakat mengenai layanan di rumah sakit tersebut.

“Kami mendorong perbaikan menyeluruh mulai dari peningkatan standar pelayanan, penambahan dokter spesialis, hingga pengembalian fungsi RSUD Murjani sebagai rujukan utama,” ujarnya.

Fraksi Partai Golkar juga mendorong pemerintah daerah agar membuka peluang pendirian rumah sakit swasta di Kotim. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan serta mendistribusikannya secara merata di seluruh wilayah.

“Peningkatan mutu layanan pendidikan dan kesehatan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia berkualitas di Kotim,” lanjutnya.

Investasi pada dua sektor strategis ini dinilai sangat penting sebagai pijakan untuk mendukung visi jangka panjang Kotim Unggul 2045. Ia menekankan, RPJMD 2025–2029 harus mampu merumuskan program-program yang fokus pada pembangunan manusia dan sistem yang mendukungnya.

“Ini adalah fase awal yang sangat menentukan masa depan Kotim. Kunci untuk menjadi daerah unggul ke depan adalah manusia dan sistem yang mampu bekerja secara optimal,” tutupnya. (DEWI PATMALASARI/H)