BORNEONEWS, Palangka Raya - Permasalahan gizi anak masih menjadi tantangan serius di Kota Palangka Raya. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari yang menyoroti pentingnya perhatian semua pihak dalam menanggulangi persoalan tersebut.
Menurut Rana, kondisi gizi yang tidak optimal pada anak dapat berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia menilai perlu adanya intervensi berkelanjutan dan terintegrasi dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta keterlibatan aktif masyarakat.
“Gizi anak merupakan fondasi masa depan. Jika tidak ditangani secara serius, maka akan memengaruhi kualitas generasi mendatang. Kita tidak ingin ada anak-anak di Palangka Raya yang mengalami stunting atau kekurangan gizi karena kurangnya perhatian,” ujar Rana, Jumat 25 April 2025.
Ia mendorong dinas kesehatan dan instansi terkait untuk terus memperkuat program gizi, mulai dari edukasi kepada ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga peningkatan akses terhadap pangan bergizi.
Rana juga meminta agar data anak-anak yang mengalami masalah gizi terus diperbarui secara akurat agar penanganan bisa dilakukan secara tepat sasaran.
“Pencegahan jauh lebih baik. Edukasi keluarga, penyuluhan gizi, dan peningkatan layanan posyandu harus ditingkatkan. DPRD siap mendukung kebijakan dan anggaran untuk program-program yang berpihak pada kesehatan anak,” pungkasnya. (MARINI/R)









