PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa volume arus barang yang menggunakan angkutan udara di wilayah tersebut mengalami penurunan sebesar 15,81 persen. Penurunan ini mencerminkan adanya perlambatan aktivitas pengiriman barang melalui jalur udara selama periode tertentu.

Menurut Agnes, penurunan paling signifikan terjadi pada volume barang bagasi yang dimuat, dengan penurunan sebesar 20,44 persen. Sementara itu, volume barang bagasi yang dibongkar juga mengalami penurunan sebesar 16,99 persen.

"Data ini menunjukkan adanya tantangan bagi sektor transportasi udara dalam menjaga kestabilan distribusi barang," kata Agnes pada Sabtu, 26 April 2025.

Selain bagasi, lanjutnya, volume barang bukan bagasi yang dibongkar pun turut turun sebesar 15,27 persen. Hal serupa terjadi pada barang bukan bagasi yang dimuat, dengan penurunan sebesar 7,79 persen. Agnes menyebut bahwa dinamika ini memerlukan perhatian khusus untuk menganalisis faktor-faktor penyebabnya.

Lebih lanjut, Agnes menyoroti pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan pihak terkait dalam meningkatkan kembali volume distribusi barang.

"Sinergi yang baik diperlukan untuk mendukung pemulihan sektor ini dan mendorong efisiensi transportasi," tambahnya.

Penurunan ini, menurut BPS, dapat berdampak pada sektor lain, seperti perdagangan dan logistik. Oleh karena itu, langkah strategis diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini agar aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah tetap berjalan lancar.

Agnes berharap data ini bisa menjadi perhatian semua pihak terkait, khususnya dalam menyusun kebijakan yang mendukung peningkatan kinerja transportasi udara. Dengan demikian, penurunan volume arus barang dapat diatasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/j)