PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan lonjakan signifikan dalam frekuensi penerbangan pada Februari 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyebutkan bahwa frekuensi penerbangan meningkat sebesar 45,06 persen.

"Pada Februari 2024, jumlah penerbangan tercatat sebanyak 699 kali. Namun, angka ini melonjak menjadi 1.014 penerbangan pada Februari 2025," ujar Agnes Widiastuti pada Sabtu, 26 April 2025.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan ini menunjukkan pemulihan aktivitas penerbangan di wilayah tersebut, yang kemungkinan didukung oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan mobilitas masyarakat dan pemulihan ekonomi pascapandemi.

"Lonjakan ini memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal, khususnya pada sektor pariwisata dan perdagangan," kata Agnes lagi. 

Agnes menekankan bahwa peningkatan frekuensi penerbangan dapat mendorong lebih banyak wisatawan dan pelaku bisnis untuk datang ke Kalimantan Tengah, yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

Selain itu, Agnes juga mencatat peran penting maskapai penerbangan dalam menghadapi permintaan yang meningkat.

BPS Kalteng akan terus memantau perkembangan ini ke depan untuk memastikan tren positif ini berlanjut. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha, dinilai sangat penting dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan sektor penerbangan di wilayah ini.

"Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Tengah semakin baik, mendukung berbagai aktivitas masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kalteng," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/j)