SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor membentuk tim khusus yang melibatkan konsultan untuk mengatur pembagian jasa medik (jasmed) di rumah sakit yang ada di wilayahnya.

Langkah ini dilakukan guna menghindari kecemburuan sosial di lingkungan rumah sakit dan memastikan pembagian jasmed berlangsung secara adil dan proporsional.

“Saya minta pembagian jasmed ini betul-betul diperhatikan, karena terkadang masalah menambah, mengurang, mengali dan membagi saja bisa menimbulkan keributan. Makanya saya bentuk tim khusus dan sudah tunjuk orangnya,” ujar Halikinnor, Sabtu, 26 April 2025.

Jasmed merupakan imbalan bagi tenaga medis atas pelayanan yang diberikan kepada pasien, mencakup jasa pelayanan, jasa keperawatan, hingga jasa administrasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi kerja, kesejahteraan, serta mutu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan.

Namun, menurut Halikinnor, pembagian jasmed seringkali menimbulkan kesenjangan sosial, terutama jika ada pihak yang merasa paling berjasa atau justru paling dirugikan.

Ia menekankan bahwa semua elemen di rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, staf administrasi hingga petugas parkir, memiliki peran penting dalam pelayanan pasien.

“Kalau ada satu kendaraan saja hilang di parkiran rumah sakit, masyarakat tidak hanya menyalahkan tukang parkir, tapi nama baik rumah sakit juga ikut tercoreng,” katanya.

Ia mengibaratkan rumah sakit seperti sebuah mobil, di mana jika ada satu onderdil rusak, maka seluruh sistem akan terganggu. Oleh karena itu, sinergi antar seluruh komponen sangat penting agar rumah sakit dapat berfungsi secara optimal.

Sebagai solusi, Pemkab Kotim membentuk tim khusus pembagian jasmed, yang akan bekerja sama dengan tim independen untuk menghasilkan formulasi pembagian yang lebih adil dan diterima semua pihak.

“Saya ingin menghindari kecemburuan di rumah sakit. Dengan adanya tim khusus ini, harapannya semua pihak seperti dokter, perawat, maupun staf administrasi bisa menerima hasil pembagian dengan baik,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)