SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tren usaha kopi keliling di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian menjamur dalam beberapa bulan terakhir. Tingginya minat masyarakat terhadap kopi menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha kecil untuk mengembangkan bisnisnya.

Hal itu nampak di Taman Kota Sampit yang banyak penjual kopi keliling mangkal di lokasi tersebut sejak pagi hingga sore hari. Selain itu, di jalan-jalan dekat perkantoran juga seringkali terlihat kopi keliling menjajakan minuman penghilang kantuk tersebut. 

Salah satu pelaku usaha, Nur Fikri Fahriansyah, mengaku telah menjalankan usaha kopi gerobak keliling selama empat bulan terakhir. Ia biasanya berjualan di kawasan perkantoran dan taman kota.

"Alhamdulillah, peminatnya cukup tinggi, dalam sehari saya rata-rata bisa menjual 100 cup, tapi tergantung kondisi cuaca juga. Kopinya sudah diracik dari rumah dan di lokasi tinggal menyajikan, jadi lebih praktis," ujar Nur Fikri, Sabtu, 26 April 2025.

Kemudahan dan kepraktisan menjadi daya tarik utama usaha ini. Harga yang terjangkau, yakni berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per cup, serta waktu penyajian yang cepat, membuat kopi keliling menjadi pilihan favorit masyarakat, terutama kalangan pekerja kantoran.

Bayu Agusta, salah satu pelanggan, mengatakan kepraktisan kopi keliling sangat membantunya memenuhi kebutuhan ngopi tanpa harus ke kafe.

"Aksesnya lebih mudah dan tidak perlu jauh-jauh ke kafe, karena di depan kantor pun ada yang jualan kopi keliling. Harganya terjangkau dan rasanya juga tidak kalah dengan kopi di kafe," tutur Bayu.

Fenomena kopi keliling ini menunjukkan inovasi dalam usaha kecil bisa memberikan peluang ekonomi baru di tengah kebutuhan masyarakat yang dinamis. Jika tren ini terus berkembang, tak hanya pelaku usaha yang diuntungkan, tapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sampit. (DEWI PATMALASARI/H)