SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Syahbana mengusulkan agar pemerintah daerah setempat melakukan renovasi Gedung Expo Sampit secara bertahap. 

"Jangan sampai aset daerah yang menggunakan anggaran besar terbengkalai tidak berfungsi dengan normal. Tentu kalau kita melihat dari kondisi fasilitas ini memerlukan anggaran yang cukup besar untuk melakukan renovasi, nanti kita harapkan diperbaiki bertahap," kata Syahbana, Sabtu, 26 April 2025.

Hal itu disampaikannya setelah menyaksikan gedung tersebut pertama kalinya digunakan untuk kegiatan MTQ Kecamatan Baamang, meskipun telah lama selesai dibangun.

Menurut Syahbana, Gedung Expo Sampit merupakan salah satu aset strategis daerah yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) apabila dimanfaatkan dengan optimal. Namun, hingga kini, gedung tersebut belum sepenuhnya fungsional karena kerusakan.

“Gedung ini sudah menelan anggaran yang cukup besar, jadi sangat disayangkan jika dibiarkan terbengkalai. Fasilitasnya saat ini belum representatif, namun kita dorong agar dilakukan perbaikan secara bertahap,” ujarnya

Ia menyampaikan, pihaknya akan memberikan masukan kepada dinas teknis terkait, terutama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim, agar gedung ini dapat segera difungsikan secara maksimal.

“Tentu gedung ini sangat megah, sangat representatif kalau fasilitasnya cukup memadai. Jika dibandingkan Gedung Serbaguna ini jauh lebih luas,” tambahnya.

Lanjutnya, DPRD siap memperjuangkan anggaran perbaikan dalam pembahasan anggaran mendatang. Menurutnya, jika gedung tersebut dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, maka potensi PAD akan meningkat secara signifikan.

“Tentu secara pribadi dan kami anggota DPRD Dapil Baamang akan berdiskusi berkaitan langkah ke depan untuk memperbaiki gedung ini,” pungkasnya.

Adapun, Gedung Expo Sampit yang terletak di dekat Voli indoor Stadion 29 Nopember, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akhirnya dimanfaatkan untuk pertama kalinya dalam kegiatan publik. Pemanfaatan ini diawali dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kecamatan Baamang, yang berlangsung pada 25–28 April 2025.

Meski telah digunakan dan dilakukan pembersihan swadaya oleh KNPI, Pemuda Muhammadiyah dan UMKM Harati, bangunan megah tersebut masih belum representatif. Kerusakan nampak pada bangunan tersebut terlihat plafon lepas, kebocoran yang menyebabkan genangan di dalam gedung, dinding berlumut dan lainnya. (DEWI PATMALASARI/H)