PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Simulasi penanggulangan kebakaran di SMAN 5 Palangka Raya menghadirkan tantangan yang lebih kompleks, yakni kebakaran berskala besar.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi banyak siswa yang bekerja sama dengan guru dan petugas pemadam kebakaran. Langkah-langkah penting seperti reaksi cepat menggunakan alat sederhana, menghubungi petugas pemadam kebakaran dan PLN, hingga keluar melalui jalur evakuasi berhasil dilakukan dengan koordinasi yang baik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran atau BPBD-PK Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan Simulasi Penanggulangan Bencana untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana atau HKB.

Proses simulasi pemadaman api menggunakan armada pemadam kebakaran menjadi puncak dari kegiatan ini. Armada lengkap dengan peralatan canggih mempraktikkan cara menangani kebakaran besar secara sistematis. Para siswa menyaksikan bagaimana kerja tim yang solid dapat menjadi kunci utama dalam mengendalikan situasi darurat seperti ini.

"Kita harapkan simulasi ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan kesiapan mental dan teknis dalam menghadapi potensi kebakaran yang lebih besar bagi para siswa," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD-PK Provinsi Kalimantan Tengah, Indra pada Sabtu, 26 April 2025.

Semangat yang ditunjukkan oleh para siswa sepanjang kegiatan ini terasa luar biasa. Mereka dengan penuh antusias mengikuti setiap tahap simulasi dan menunjukkan dedikasi tinggi untuk belajar. Usai simulasi berakhir, antusiasme mereka memuncak ketika berebut ingin mencoba naik mobil pemadam kebakaran. Momen ini menjadi simbol keingintahuan dan motivasi mereka untuk mendalami aspek-aspek penanggulangan bencana.

Tim BPBD-PK memberikan apresiasi tinggi atas semangat siswa yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. 

"Semangat tersebut menjadi modal penting dalam membangun generasi muda yang tanggap terhadap potensi bencana. Diharapkan, melalui edukasi semacam ini, siswa dapat menerapkan keterampilan yang mereka pelajari untuk membantu masyarakat sekitar dalam situasi darurat," tutur Indra.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kesiapsiagaan bencana tidak hanya terletak pada pemerintah atau instansi terkait, tetapi juga pada semua elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Sinergi antara sekolah, BPBD-PK, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap bencana.

Melalui simulasi ini, SMAN 5 Palangka Raya menunjukkan komitmennya sebagai sekolah yang berperan aktif dalam upaya mitigasi bencana. Dengan semangat dan dedikasi tinggi dari para siswa, guru, serta dukungan dari BPBD-PK, kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif yang luas bagi kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran dan bencana lainnya. (TESTI PRISCILLA/j)