SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Zainudin mengungkapkan penyebab dokter spesialis tidak betah bertugas di Kotim. Salah satu faktor utamanya adalah minimnya jumlah rumah sakit di wilayah ini, yang tidak sebanding dengan jumlah penduduk.

Saat ini masyarakat Kotim yang berjumlah lebih dari 440.000 jiwa hanya mengandalkan satu rumah sakit, yakni RSUD dr Murjani Sampit.

Kondisi ini dinilai jauh dari ideal, terlebih jika dibandingkan dengan Palangka Raya yang memiliki sekitar 300.000 jiwa penduduk tetapi sudah dilengkapi dengan tujuh rumah sakit serta sejumlah klinik swasta.

"Kalau kita bicara pelayanan kesehatan, ini selalu jadi sorotan di media massa. Masyarakat hanya bergantung pada satu rumah sakit, padahal jumlah penduduk kita sangat besar," ujar Zainudin, Minggu, 27 April 2025.

Ia menjelaskan, minimnya jumlah rumah sakit di Kotim membuat para dokter, khususnya dokter spesialis, merasa peluang praktik mereka terbatas.

Berbeda dengan daerah lain, di mana selain rumah sakit pemerintah, banyak rumah sakit swasta berdiri, memungkinkan dokter untuk praktik di beberapa tempat sekaligus.

"Di daerah lain, dokter bisa praktik di berbagai rumah sakit. Tapi di Kotim, karena rumah sakitnya minim, peluang mereka berkurang. Ini membuat dokter memilih pindah ke daerah lain yang fasilitas kesehatannya lebih lengkap," tambahnya.

Ia bahkan bertemu langsung dengan seorang dokter dari Kotim yang memilih praktik di Jawa karena dapat menyalurkan ilmunya untuk melayani lebih banyak masyarakat di beberapa rumah sakit. 

Sebagai solusi, Zainudin mendorong pemerintah daerah untuk membuka peluang investasi di sektor kesehatan, khususnya pembangunan rumah sakit swasta di Kotim.

Menurutnya, kehadiran rumah sakit swasta tidak hanya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih menarik bagi tenaga medis.

"Kita dorong agar ada rumah sakit swasta masuk ke Kotim. Ini penting agar masyarakat punya alternatif pelayanan kesehatan, dan tenaga kesehatan juga punya tempat lebih luas untuk mengabdi," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)