BORNEONEWS, Palangka Raya - CEO CV Surya Agro Nusantara, Muhammad Abdu Shadli, berbagi perjalanan inspiratif mereka dalam memanfaatkan limbah lidi sawit sebagai peluang bisnis ekspor.
Setelah mengikuti program Inkubasi Bisnis UKMK Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP pada tahun 2021, Shadli memutuskan untuk mengembangkan produk lidi sawit, beralih dari fokus awal mereka dalam produksi minyak esensial.
"Produk lidi sawit yang dilepas ini merupakan bagian dari produk yang diekspor ke India. Bulan ini kami mengirimkan satu paket kontainer (25 ton) ke India. Ini merupakan kontainer keenam yang kami ekspor di tahun 2025 dengan tujuan India dan Nepal. Saat ini, kami juga sedang menjajaki pembelian dari buyer di Pakistan," kata Shadli dalam rilis BPDP pada Sabtu, 26 April 2025.
Ia juga menegaskan bahwa ekspor lidi sawit membawa manfaat besar bagi petani sawit di Kabupaten Pasaman Barat dan sekitarnya.
Shadli menjelaskan lidi sawit dikumpulkan dari ribuan petani di Pasaman Barat dan sekitarnya. Petani memproses lidi sawit dengan teknik perautan, kemudian hasilnya dikumpulkan secara berkala oleh tim mereka.
"Petani sawit adalah penerima manfaat utama dari produksi ini. Dengan produksi bulanan 100–200 ton dan harga Rp 4.000/kg di tingkat petani, perputaran ekonomi di Pasaman Barat mencapai Rp 400 juta hingga Rp 800 juta per bulan," tambahnya.
Penelitian internal CV Surya Agro Nusantara, dengan dukungan berbagai pelaku usaha lainnya, mengungkapkan bahwa pengolahan lidi sawit membawa dampak ekonomi langsung yang signifikan bagi masyarakat Pasaman Barat.
Hal ini semakin menunjukkan potensi besar sawit, tidak hanya sebagai bahan utama, tetapi juga melalui pemanfaatan limbahnya.
Prosesi pelepasan ekspor ini merupakan bagian dari kegiatan Praktek Ekspor UKMK Sawit yang digelar Unand bekerja sama dengan BPDP.
Acara ini dihadiri oleh 50 peserta UMKM sawit yang mendapat pelatihan ekspor dari tanggal 25 hingga 27 April 2025 di Bukittinggi, dengan fokus pada peningkatan kemampuan eksportir pemula.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua Pelaksana Kiki Yulianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi dan komersialisasi hasil riset dosen.
"Universitas Andalas terus berupaya memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat melalui pendampingan tenant UMKM sawit dan pengembangan kerja sama berkelanjutan dengan BPDP," jelas Kiki.(TESTI PRISCILLA/R)









