BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam prosesi pelepasan ekspor produk lidi sawit, Gubernur Sumatera Barat H Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya komoditas sawit sebagai sektor strategis bagi Indonesia.
Sawit tak hanya menjadi penyumbang terbesar devisa ekspor, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut melalui hilirisasi dan penguatan berbagai program pemerintah.
"Dengan pelatihan ini, kita harapkan potensi sawit di Sumbar dapat dioptimalkan. Pemerintah juga telah mendukung pengembangan sawit melalui berbagai program," ujar Gubernur Mahyeldi dalam rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP pada Sabtu, 26 April 2025.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada BPDP dan Universitas Andalas atas peran aktif mereka dalam memfasilitasi pengembangan industri sawit, termasuk kegiatan pelepasan ekspor ini.
Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya diversifikasi produk sawit. Pengembangan produk turunan seperti sabun untuk sektor kecantikan hingga potensi produksi avtur dari kelapa sawit dianggap mampu meningkatkan nilai tambah bagi komoditas sawit.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan global seperti perang tarif harus menjadi perhatian semua pihak untuk menjaga daya saing sawit Indonesia di pasar internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Andalas, Dr Efa Yonnedi, menyampaikan pandangannya mengenai peluang strategis ekspor sawit sebagai motor penggerak pengembangan industri ke depan.
"Kerja sama antara Universitas Andalas, pemerintah, dan pelaku industri harus terus diperkuat. Kami punya pakar dan fasilitas yang mendukung, dan kami berharap ke depan akan semakin banyak produk turunan sawit yang bisa dikembangkan," tuturnya.
Rektor Universitas Andalas juga menyampaikan apresiasi atas dukungan BPDP dalam mempercepat hilirisasi produk sawit melalui pendampingan UMKM sawit.
Menurutnya, pengembangan produk inovatif dari sawit sangat potensial untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya para pelaku UMKM.
Kegiatan pelepasan ekspor lidi sawit ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan UMKM.
Kolaborasi yang terus diperkuat ini diharapkan mampu mendorong kemajuan industri sawit berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat dan Indonesia secara luas.(TESTI PRISCILLA/R)









