BORNEONEWS, Palangka Raya - Frekuensi kunjungan kapal laut di seluruh pelabuhan di Kalimantan Tengah selama Februari 2025 mengalami penurunan sebesar 2,02 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, jumlah kunjungan kapal menurun dari 744 kunjungan pada Januari 2025 menjadi 729 kunjungan pada Februari 2025.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa penurunan tersebut bervariasi di setiap pelabuhan.
"Penurunan signifikan terlihat di Pelabuhan Pulang Pisau dengan penurunan sebanyak 18 kunjungan, Pelabuhan Sampit 11 kunjungan, dan Pelabuhan Pangkalan Bun sebanyak 4 kunjungan," ujar Agnes pada Minggu, 27 April 2025.
Meski demikian, terdapat peningkatan frekuensi kunjungan kapal di beberapa pelabuhan lainnya. Agnes menyebutkan bahwa Pelabuhan Kumai mencatat kenaikan sebesar 14 kunjungan, sedangkan Pelabuhan Sukamara dan Pelabuhan Kuala Pembuang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 2 kunjungan.
Agnes menambahkan perubahan frekuensi kunjungan kapal di pelabuhan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi cuaca dan dinamika aktivitas perdagangan. "Kami terus memantau dan menganalisis data untuk memahami lebih jauh tren ini," jelasnya.
Penurunan frekuensi kunjungan kapal laut ini diharapkan tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian wilayah.
Pemerintah daerah bersama otoritas pelabuhan telah berupaya untuk meningkatkan layanan dan daya tarik pelabuhan di Kalimantan Tengah guna mendorong lebih banyak aktivitas transportasi laut.
Dengan data terbaru ini, BPS Kalimantan Tengah menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk memaksimalkan potensi pelabuhan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah. Informasi selanjutnya akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan aktivitas di pelabuhan.(TESTI PRISCILLA/R)









