BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan adanya penurunan jumlah penumpang kapal pada Februari 2025, sejalan dengan penurunan frekuensi kunjungan kapal.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan jumlah penumpang kapal mengalami penurunan sebesar 12,18 persen, dari 30.446 orang pada Januari 2025 menjadi 26.738 orang pada Februari 2025.
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya jumlah penumpang datang yang mencapai 26,39 persen. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan pola perjalanan atau penurunan aktivitas mobilitas masyarakat melalui jalur laut di wilayah Kalimantan Tengah.
Sementara itu, meskipun jumlah penumpang kapal menurun, volume arus barang melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah justru mengalami peningkatan.
"Volume arus barang naik sebesar 2,89 persen, dari 1,83 juta ton pada Januari 2025 menjadi 1,88 juta ton pada Februari 2025," jelas Agnes pada Minggu, 27 April 2025.
Peningkatan volume arus barang ini didorong oleh kenaikan pada volume muat barang yang tercatat meningkat sebesar 4,36 persen.
"Namun, volume bongkar barang mengalami sedikit penurunan sebesar 2,22 persen. Kenaikan ini memperlihatkan tren positif pada sektor logistik dan distribusi barang di wilayah tersebut," tuturnya.
Agnes menambahkan bahwa data ini memberikan gambaran dinamis tentang aktivitas transportasi laut di Kalimantan Tengah. Meskipun penumpang berkurang, aktivitas perdagangan tetap menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
BPS Kalimantan Tengah berharap informasi ini dapat menjadi acuan bagi para pelaku usaha dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan efisiensi transportasi dan distribusi di Kalimantan Tengah. Ke depan, pihaknya akan terus memantau perkembangan sektor ini.(TESTI PRISCILLA/R)









