SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotawaringin Timur (Kotim) Sanggul Lumban Gaol menekankan pentingnya peran bidan dalam menurunkan angka stunting, kematian ibu, dan bayi di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya di Musyawarah Cabang VIII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kotim, Sanggul menyebut, angka stunting di Kotim saat ini masih tergolong tinggi, yakni sebesar 19,14 persen berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

"Berbicara masalah stunting, kita di Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur, masih memiliki ranking tinggi. Ini menjadi tantangan berat yang harus kita hadapi bersama melalui kerja sama dan kolaborasi semua pihak," ujar Sanggul, Minggu, 27 April 2025.

Ia berharap, IBI Kotim bisa turut aktif memberikan masukan kepada pemerintah daerah mengenai langkah-langkah strategis dalam menurunkan angka stunting di Kotim.

"Kami memohon kepada IBI Kotim untuk memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait apa saja yang bisa kita lakukan dalam upaya menekan angka stunting di Kotim," katanya.

--page

Target pemerintah daerah adalah menurunkan angka stunting sebesar lima persen pada tahun 2026, sehingga bisa mencapai standar batas nasional yaitu 14 persen atau bahkan lebih rendah.

"Kalau kita bisa menurunkan hingga di bawah angka 14 persen, itu berarti sistem kesehatan kita berjalan baik, dan koordinasi serta kolaborasi antara semua sektor sudah efektif," tambah Sanggul.

Ia menegaskan, bidan memegang peranan kunci dalam memperbaiki kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat. Keterlibatan aktif bidan dalam program-program kesehatan akan mempercepat upaya pencapaian target tersebut.

Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk profesi bidan, demi mewujudkan generasi Kotim yang lebih sehat, kuat, dan bebas dari stunting. (DEWI PATMALASARI/Y)