PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko mengungkapkan bahwa keberlanjutan menjadi kunci dalam mempertahankan daya saing ekspor Kalimantan Tengah.

"Batu bara, minyak kelapa sawit, dan karet remah sebagai komoditas utama perlu mengintegrasikan praktik ramah lingkungan," kata Yuas pada Minggu, 27 April 2025.

Ekspor yang ramah lingkungan tidak hanya meningkatkan citra daerah tetapi juga membuka peluang di pasar internasional yang lebih luas. Yuas mengimbau pelaku usaha untuk mengadopsi teknologi produksi yang berkelanjutan.

"Sektor industri pengolahan menjadi contoh terbaik dalam langkah menuju keberlanjutan. Produk seperti kayu lapis dan minyak kelapa sawit telah memenuhi standar internasional yang ketat," katanya.

Yuas menyebut memang perlunya dukungan pemerintah untuk mempercepat transformasi tersebut.
Dalam konteks ini, pengembangan teknologi dan inovasi akan menjadi kunci untuk mendorong keberlanjutan.
"Perlunya investasi pada sumber daya manusia yang terampil untuk menghadapi tantangan global juga sangat penting," tuturnya.

--page

Yuas berharap bahwa semua pihak, termasuk masyarakat, turut serta dalam mendukung ekspor berkelanjutan. Hal ini dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan daya saing daerah secara keseluruhan. (TESTI PRISCILLA/Y)