BORNEONEWS, Sampit – Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Mursyidah berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan kesejahteraan para bidan. Hal ini disampaikannya dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VIII IBI Kotim yang digelar, Minggu, 27 April 2025.
Menurut Mursyidah, bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting di Kotim.
"Dari lubuk hati yang paling dalam, kami berharap pemerintah daerah dapat terus mendukung dan memperhatikan kesejahteraan profesi kami yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat," ujar Mursyidah.
Ia menegaskan, pelayanan kesehatan ibu dan anak adalah hak seluruh bangsa yang memiliki risiko tinggi komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan kehadiran tenaga bidan profesional agar risiko tersebut bisa ditekan melalui layanan kesehatan yang optimal.
Menghadapi era digitalisasi, sesuai tema Muscab yaitu satukan langkah dalam transformasi kesehatan untuk penguatan pelayanan kebidanan berkesinambungan berbasis bukti, IBI Kotim berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah kabupaten, terutama dalam meningkatkan kompetensi bidan melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.
--page
"Kami berharap pemerintah daerah bisa memfasilitasi peningkatan kapasitas tenaga bidan, terutama bagi mereka yang sudah lama mengabdi di daerah-daerah pelosok," tambahnya.
Mursyidah juga menyoroti pentingnya peningkatan sarana dan prasarana di wilayah pedesaan. Saat ini, sebagian besar jenis pelayanan kesehatan memerlukan pelaporan berbasis aplikasi digital, namun masih banyak desa yang belum memiliki akses internet yang memadai.
"Pelaporan berbasis aplikasi menuntut adanya fasilitas internet dan perangkat yang layak. Kami harap pemerintah memperhatikan kondisi ini agar semua bidan, khususnya di pelosok, bisa memberikan pelayanan terbaik tanpa hambatan teknologi," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









