PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, memaparkan bahwa nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah mengalami peningkatan tajam pada Februari 2025.

"Nilainya mencapai US$71,64 juta, meningkat 20,91 persen dibandingkan Januari 2025 yang hanya US$59,25 juta. Tren ini mencerminkan potensi besar sektor tersebut," kata Agnes pada Senin, 28 April 2025.

Komoditas seperti minyak kelapa sawit, kayu olahan, dan karet remah menjadi penyumbang utama dari sektor industri pengolahan.

Produk-produk ini tidak hanya memiliki kualitas tinggi, tetapi juga berhasil memenuhi standar internasional. Agnes menggarisbawahi pentingnya inovasi dan diversifikasi produk untuk mempertahankan daya saing.

"Industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 23,68 persen terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Februari 2025," katanya.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan peran sektor ini dalam perekonomian daerah, terutama di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Ekspor hasil tambang yang mendominasi selama bertahun-tahun kini mulai memberikan ruang bagi sektor industri pengolahan untuk berkembang.

"Meski nilai ekspor tambang menurun, peningkatan ekspor industri pengolahan menjadi harapan baru bagi perekonomian Kalimantan Tengah," terangnya.(TESTI PRISCILLA/R)