SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah mendorong percepatan pembangunan unit sekolah baru tingkat SMP di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Dorongan ini muncul untuk mengantisipasi kekurangan fasilitas pendidikan di wilayah perkotaan yang semakin terasa.

"Kalau daerah perkotaan memang kekurangan untuk sekolah SMP. Makanya ke depan kami mendorong pemerintah daerah untuk membangun unit sekolah baru tingkat SMP di daerah Mentawa Baru Ketapang karena kita sudah overload," ujar Riskon, Senin, 28 April 2025.

Riskon menjelaskan bahwa Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB 2025 baru saja disusun dan akan segera disosialisasikan ke seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) dan kepala sekolah.

Salah satu aturan penting dalam Juknis terbaru adalah pembatasan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar (rombel) maksimal 32 siswa, sesuai sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

"Kalau lebih dari 32 siswa, data siswa tidak akan diterima sistem Dapodik, dan sekolah akan kehilangan hak untuk menerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)," tegasnya.

Selama ini beberapa rombel di kawasan perkotaan masih diisi 36 hingga 40 siswa, melebihi batas maksimal.

Dengan adanya pembatasan ini, kebutuhan akan tambahan ruang kelas dan unit sekolah baru menjadi mendesak, terutama di wilayah padat penduduk seperti Mentawa Baru Ketapang.

Riskon juga mengingatkan pentingnya peran semua pihak, termasuk Badan Perencanaan Daerah (Baperida) dan Dinas Pendidikan untuk segera merencanakan dan merealisasikan pembangunan sekolah baru agar bisa mengakomodasi lonjakan jumlah peserta didik dan menjaga kualitas pendidikan. (DEWI PATMALASARI/R)