BORNEONEWS, Sampit – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kotawaringin Timur mengapresiasi meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) di Kotim yang pada 2024 mencapai 74,38 tahun.
Namun mereka mengingatkan bahwa peningkatan UHH ini berpotensi diikuti berbagai persoalan sosial, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia) dan masyarakat umum.
Anggota Fraksi Gerindra, Akhyannoor menyampaikan bahwa diperlukan strategi pembangunan yang berkelanjutan untuk memastikan para lansia tetap sehat dan produktif.
"Peningkatan usia harapan hidup tentu menjadi kabar baik, tetapi kita juga harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan sosial yang mengiringinya. Sehingga, diperlukan strategi pembangunan agar lansia tetap sehat dan produktif," kata Akhyannoor, Senin, 28 April 2025.
Ia berharap tercipta masyarakat yang lebih sehat dan produktif, sehingga usia harapan hidup di Kotim dapat terus meningkat, namun tetap diiringi dengan kualitas hidup yang baik.
Selain menyoroti isu lansia, Fraksi Gerindra juga menyoroti prevalensi stunting di Kotim yang pada 2024 tercatat 19,08 persen, angka ini masih di atas target nasional. "Tahun lalu target nasional adalah 14 persen, sehingga angka kita masih perlu ditekan," ujarnya.
Untuk itu Fraksi Partai Gerindra mengusulkan penguatan layanan kesehatan tingkat pertama, layanan rujukan, serta klinik-klinik yang fokus pada promosi dan konsultasi kesehatan.
Layanan ini akan menyasar pasangan pranikah, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat secara umum. (DEWI PATMALASARI/R)









