BORNEONEWS, Sampit – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif menarik minat generasi muda, khususnya Gen-Z, agar terlibat dalam sektor pertanian berbasis teknologi.
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung target Kotim sebagai bagian dari Lumbung Pangan Nasional dalam RPJMD 2025–2029.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kotim, Juliansyah, menyampaikan bahwa berdasarkan zonasi RPJMD, Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai provinsi lumbung pangan nasional, dan Kotim tergabung dalam zona barat.
Untuk itu dibutuhkan strategi khusus agar sektor pertanian, terutama produksi beras, tetap menjadi sektor unggulan.
"Kami mengusulkan agar Pemkab Kotim menetapkan target capaian pertanian secara jelas dan terukur setiap tahun, sehingga progresnya bisa dievaluasi dan disesuaikan dengan tantangan yang ada," ujar Juliansyah, Senin, 28 April 2025.
Ia menambahkan, salah satu tantangan utama saat ini adalah rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Karena itu, pemerintah daerah harus menciptakan program yang mengintegrasikan teknologi dan informasi dalam sektor pertanian, sehingga mampu menarik petani muda yang inovatif dan produktif.
"Selain menarik minat petani muda, kami juga berharap Pemkab Kotim bisa mencegah alih fungsi lahan pertanian, terutama lahan produksi beras, demi menjaga keberlanjutan ketahanan pangan daerah," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









