BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasus gigitan rabies kembali mencuat, kali ini terjadi di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, yang menambah daftar panjang insiden serupa di wilayah tersebut.
Baru-baru ini, seekor anjing di Kelurahan Taming Layang dinyatakan positif rabies setelah hasil uji laboratorium dari Balai Veteriner Banjarbaru mengonfirmasi hal tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah, mengingat dampaknya yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan.
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Cabang Kalimantan Tengah, drh Eko Hari Yuwono, menyatakan bahwa rendahnya cakupan vaksinasi rabies di Kalimantan Tengah menjadi salah satu penyebab utama kasus ini.
"Di Kalteng, cakupan vaksinasi rata-rata masih di bawah 70 persen dari populasi Hewan Penular Rabies atau HPR," kata drh Eko pada Senin, 28 April 2025.
Kondisi ini membuat banyak hewan peliharaan rentan terhadap infeksi rabies, yang kemudian dapat menular ke manusia melalui gigitan.
Menurut drh Eko, upaya vaksinasi massal sering kali terkendala oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengikat atau mengandangkan hewan peliharaan mereka. Hal ini menyulitkan petugas dalam menjangkau hewan-hewan tersebut saat program vaksinasi berlangsung.
"Kami berharap masyarakat lebih proaktif dalam mendukung program vaksinasi dengan menjaga hewan peliharaan mereka," tambahnya.
Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Barito Timur telah merespons kasus ini dengan melakukan vaksinasi di lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai area risiko tinggi.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan program vaksinasi massal yang dijadwalkan dimulai pada Mei 2025.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi dan menekan angka kasus rabies di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke puskesmas terdekat jika mengalami gigitan hewan, serta membawa hewan yang menggigit untuk diuji lebih lanjut.
Langkah ini penting untuk memastikan penanganan yang cepat dan tepat, baik bagi korban gigitan maupun hewan yang terlibat. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya vaksinasi rabies terus digencarkan oleh berbagai pihak.
"Kasus ini menjadi pengingat bahwa rabies masih menjadi ancaman serius di Kalimantan Tengah. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi terkait, diharapkan kasus serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. Kesadaran kolektif dan tindakan preventif menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)









