BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti melaporkan bahwa Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Sampit masih menjadi dua pelabuhan utama dalam melayani angkutan laut penumpang di Provinsi Kalimantan Tengah sepanjang Februari 2025.
"Dari total 26.378 penumpang yang datang dan berangkat, sebanyak 76,98 persen menggunakan Pelabuhan Kumai, sementara 23,02 persen sisanya melalui Pelabuhan Sampit," kata Agnes pada Senin, 28 April 2025.
Tidak hanya mendominasi layanan penumpang, Pelabuhan Kumai dan Sampit juga memegang peranan penting dalam arus barang.
"Pada periode tersebut, volume barang yang mencapai 1,88 juta ton sebagian besar terdistribusi melalui kedua pelabuhan ini. Sebanyak 56,06 persen arus barang terkonsentrasi di Pelabuhan Sampit, sedangkan Pelabuhan Kumai mencatatkan angka 35,01 persen," jelasnya.
Data ini menunjukkan peran strategis Pelabuhan Kumai dan Sampit sebagai pusat aktivitas transportasi laut di Kalimantan Tengah.
Distribusi arus barang dan penumpang melalui pelabuhan lainnya di wilayah ini masih tergolong minim dibandingkan kedua pelabuhan utama tersebut.
Meskipun Pelabuhan Sampit mendominasi dari segi volume arus barang, Pelabuhan Kumai tetap menjadi pilihan utama para penumpang. Hal ini mencerminkan distribusi yang berbeda dalam penggunaan dua pelabuhan ini sesuai dengan kebutuhan logistik dan perjalanan.
BPS Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan aktivitas transportasi laut untuk memastikan efisiensi distribusi barang dan penumpang di wilayah ini.
Agnes menekankan pentingnya peningkatan fasilitas dan pelayanan di kedua pelabuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Melihat data Februari 2025, dominasi Pelabuhan Kumai dan Sampit menjadi cerminan vitalnya peran kedua pelabuhan ini dalam memfasilitasi pergerakan barang dan manusia di Kalimantan Tengah. Dengan peran strategisnya, pelabuhan ini diharapkan mampu terus berkontribusi pada pembangunan daerah," tuturnya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)









