BORNEONEWS, Palangka Raya - UKMK Batik Sawit, yang dikenal dengan nama CV Smart Batik Indonesia, berkolaborasi dengan Komunitas "Pensil Terbang" melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Pantai Baros, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kedua pihak terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan diawali dengan para peserta menginap di rumah warga dan dilanjutkan dengan penanaman ratusan bibit mangrove keesokan harinya.
CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menunjukkan bahwa industri batik juga bisa ramah lingkungan.
"Kami ingin membuktikan bahwa batik tidak selalu identik dengan kerusakan lingkungan. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kami untuk lebih mencintai alam dan mengembangkan batik yang ramah lingkungan," kata Ihsan yang merupakan alumni UNY dan UGM dalam rilisnya pada Senin, 28 April 2025.
Ihsan, yang juga delegasi Indonesia dalam Innovation Festival 2024 di Suzhou, China, berbagi pandangannya tentang potensi alam Indonesia dalam mendukung industri batik ramah lingkungan.
"Sejak bermitra dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP dan mengembangkan batik sawit, kami terinspirasi untuk terus mengeksplorasi bahan alami dari perkebunan Indonesia. Kami kini mengembangkan pewarna alami serta lilin batik yang berasal dari limbah pengolahan minyak sawit," paparnya.
Sementara itu, Founder Pensil Terbang, Andi Purnawan Putra, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa salah satu tujuan utama penanaman mangrove adalah melindungi garis pantai dari abrasi.
"Mangrove memiliki akar yang kokoh sehingga mampu meredam gelombang besar, bahkan tsunami," jelas dosen STPI Bina Insan Mulia tersebut.
Andi juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi generasi muda untuk lebih peduli pada lingkungan.
"Kami rutin mengadakan kegiatan positif seperti ini agar anak-anak muda lebih mencintai alam dan peduli pada masyarakat sekitar," tambahnya.
Kkegiatan ini melibatkan banyak anak muda yang antusias berpartisipasi. Selain menanam mangrove, para peserta juga mendapatkan wawasan tentang pentingnya menjaga ekosistem pantai dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.
Andi menuturkan bahwa Pensil Terbang dan Smart Batik memiliki rencana untuk melanjutkan kolaborasi mereka.
"Kami merencanakan kegiatan serupa bulan depan, karena kami yakin kolaborasi ini dapat memberi dampak positif yang besar," ujarnya optimistis.
Melalui aksi nyata ini, Smart Batik Indonesia dan Komunitas Pensil Terbang berharap bisa menjadi inspirasi bagi pelaku industri lain untuk mengintegrasikan aktivitas ramah lingkungan ke dalam kegiatan bisnis mereka. Upaya ini membuktikan bahwa harmoni antara industri kreatif dan pelestarian lingkungan adalah sesuatu yang bisa diwujudkan.(TESTI PRISCILLA/R)









