PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Frekuensi penerbangan di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan pada Februari 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa jumlah penerbangan turun sebesar 12,74 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pada Januari 2025 terdapat 1.162 penerbangan, sementara pada Februari hanya tercatat 1.014 penerbangan,” kata Agnes pada Senin, 28 April 2025. Penurunan ini sejalan dengan tren penurunan jumlah penumpang angkutan udara. 

“Berdasarkan data BPS, jumlah penumpang turun sebesar 13,29 persen, dari 119.156 orang pada Januari menjadi 103.326 orang di Februari 2025,“ tuturnya.

Agnes menyatakan bahwa berbagai faktor, termasuk musim dan kondisi ekonomi, dapat memengaruhi jumlah penerbangan dan penumpang.

Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya menjadi bandara dengan kontribusi aktivitas penumpang terbesar, mencapai 52,55 persen dari total jumlah penumpang.

“Sementara itu, Bandara Iskandar di Pangkalan Bun dan Bandara H. Asan di Kotawaringin Timur masing-masing menyumbang 34,23 persen dan 9,40 persen,“ terangnya.

Tidak hanya pada sisi penumpang, lalu lintas barang menggunakan angkutan udara juga mencatatkan penurunan sebesar 15,81 persen.

“Volume barang yang diangkut turun dari 2.460 ton pada Januari menjadi 2.071 ton di Februari 2025. Penurunan ini menunjukkan perlambatan aktivitas pengiriman barang,“ kata Agnes lagi.

Meski mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, Agnes mencatat bahwa frekuensi penerbangan di Februari 2025 tetap lebih tinggi dibandingkan Februari 2024.

“Hal ini menunjukkan adanya perkembangan positif dalam sektor transportasi udara di Kalimantan Tengah dibandingkan tahun lalu,” imbuhnya.(TESTI PRISCILLA/R)