PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan mengungkapkan harapannya agar produk batik sawit dapat semakin dikenal dan digemari berbagai kalangan masyarakat.

Dengan keunikan bahan baku yang ramah lingkungan serta motif yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia, batik sawit memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Dalam upaya memaksimalkan potensi batik sawit, Ihsan berkomitmen untuk terus mengembangkan produk yang inovatif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan produk ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pelestarian lingkungan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa industri batik dapat selaras dengan keberlanjutan," ujar Ihsan dalam rilisnya pada Senin, 28 April 2025.

Smart Batik Indonesia juga mengusung tiga nilai utama dalam setiap langkah inovasinya, yaitu inovasi, edukasi, dan kontribusi.

Ihsan menegaskan bahwa nilai-nilai ini menjadi landasan bagi perusahaan dalam menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Salah satu contoh nyata adalah pelibatan puluhan ibu-ibu pembatik dalam proses produksi batik sawit.

Edukasi juga menjadi salah satu fokus utama Smart Batik. Ihsan berusaha mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melestarikan alam melalui penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan, seperti lilin batik sawit dan pewarna alami.

Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan lingkungan, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif.

Sebagai bagian dari kontribusinya kepada masyarakat, Smart Batik Indonesia memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para pembatik lokal.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mereka serta membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Kami ingin ibu-ibu pembatik merasa bangga dengan karya mereka yang diapresiasi oleh banyak pihak," tambah Ihsan.(TESTI PRISCILLA/R)