BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz melaporkan pencapaian luar biasa sektor Bank Perekonomian Rakyat atau BPR dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah atau BPRS di awal 2025.
Data menunjukkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut tercermin pada peningkatan Dana Pihak Ketiga atau DPK yang mencapai Rp80,40 miliar, atau tumbuh 5,99 persen year-on-year atau yoy. Pada bulan Januari 2024, DPK tercatat sebesar Rp1,34 triliun, sementara pada Januari 2025 angkanya melonjak menjadi Rp1,42 triliun.
"Peningkatan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi BPR dan BPRS semakin kuat," ungkap Primandanu Febriyan Aziz pada Senin, 28 April 2025.
Pertumbuhan DPK tidak hanya menjadi indikator positif dari kinerja sektor perbankan rakyat, tetapi juga sebagai penopang penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah.
Menurutnya, keberadaan BPR dan BPRS sangat membantu usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Selain itu, peran aktif OJK dalam pengawasan dan pembinaan terhadap institusi BPR dan BPRS turut berkontribusi pada pencapaian ini. Primandanu memastikan bahwa OJK akan terus mendukung pertumbuhan sektor perbankan rakyat melalui kebijakan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Primandanu optimis bahwa sektor BPR dan BPRS dapat terus menunjukkan performa yang positif.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif di Kalimantan Tengah," ujarnya.
Dengan pencapaian ini, sektor perbankan rakyat di Kalimantan Tengah menjadi salah satu kekuatan perekonomian yang patut diperhitungkan.
Peningkatan Dana Pihak Ketiga ini menjadi bukti bahwa upaya pengembangan sektor perbankan rakyat telah memberikan hasil nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.(TESTI PRISCILLA/R)









