PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Di tengah derasnya arus digitalisasi, peran buku sebagai fondasi utama pendidikan tak tergantikan. Pustakawan Ahli Utama di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Dr Guntur Telajan menegaskan pentingnya perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan pada Senin, 28 April 2025.

Menurut Guntur, keberadaan buku ajar sebagai sumber rujukan pendidikan tetap vital, bahkan di era digital sekalipun.

Sebagai seorang pendidik di Universitas PGRI Kalteng, Guntur mendorong mahasiswanya untuk rutin berkunjung ke perpustakaan. Menurutnya, perpustakaan adalah tempat paling ideal untuk mendapatkan referensi berkualitas dan memperdalam ilmu.

"Setiap mahasiswa bimbingan saya diwajibkan memiliki kartu perpustakaan untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia," kata Guntur.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah ini percaya bahwa buku memiliki kedalaman informasi yang tak mampu disaingi oleh gawai pintar.

"Buku ajar ibarat kompas yang memandu para pendidik dalam mengarungi lautan ilmu pengetahuan," tegasnya.

Kewajibannya terhadap mahasiswa merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan mereka.

Suasana nyaman di Perpustakaan Wilayah Provinsi Kalteng menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Dengan gedung tiga lantai yang megah dan ribuan koleksi buku tertata rapi, perpustakaan ini mampu memikat hati mahasiswa dari berbagai universitas untuk datang dan belajar.

Kunjungan mahasiswa ke perpustakaan tetap tinggi meskipun era digital terus berkembang. Guntur mengapresiasi semangat mahasiswa dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber ilmu utama. Hal ini terlihat dari antusiasme mahasiswa jurusan sosial politik Universitas Palangka Raya yang baru saja berkunjung.

"Harapannya, generasi muda semakin aktif memanfaatkan perpustakaan. Dengan begitu, wawasan mereka akan terus bertambah dan perpustakaan menjadi pusat inspirasi pendidikan di Kalimantan Tengah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)