PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja sektor Bank Perekonomian Rakyat atau BPR dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah atau BPRS di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan pada Januari 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengungkapkan bahwa peningkatan aset menjadi salah satu indikator utama dari pertumbuhan ini.

“Aset sektor BPR dan BPRS meningkat sebesar Rp170,82 miliar, atau 7,37 persen secara year-on-year atau yoy,“ kata Primandanu pada Senin, 28 April 2025.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan dari Rp2,32 triliun menjadi Rp2,49 triliun, mencerminkan kinerja yang solid dalam mendukung perekonomian daerah.

"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap BPR dan BPRS semakin meningkat," ujar Primandanu.

Selain itu, pertumbuhan signifikan ini juga didukung oleh upaya peningkatan pelayanan dan inovasi produk yang dilakukan oleh BPR dan BPRS. Primandanu menjelaskan bahwa berbagai strategi telah dilakukan untuk memperkuat posisi sektor perbankan ini, termasuk meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat di daerah terpencil.

Kondisi ekonomi yang lebih stabil pada awal tahun 2025 juga memberikan kontribusi positif terhadap kinerja sektor BPR dan BPRS. Dengan situasi yang lebih kondusif, BPR dan BPRS mampu mendorong peningkatan kredit dan pembiayaan yang berorientasi pada sektor produktif.
Primandanu menekankan pentingnya keberlanjutan pertumbuhan ini untuk mendukung pembangunan ekonomi di Kalimantan Tengah.

"Kami berharap momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga agar memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat," tambahnya.

Dengan pencapaian yang telah diraih, OJK Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mendukung sektor BPR dan BPRS melalui pengawasan yang efektif serta penyediaan berbagai program untuk peningkatan kapasitas institusi perbankan. (TESTI PRISCILLA/H)