PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan peningkatan lalu lintas barang yang menggunakan angkutan laut di wilayah Kalimantan Tengah pada Februari 2025.

“Peningkatan ini tercatat sebesar 2,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya,“ kata Agnes pada Senin, 28 April 2025.

Agnes Widiastuti menyebutkan bahwa volume lalu lintas barang angkutan laut meningkat dari 1,83 juta ton pada Januari 2025 menjadi 1,89 juta ton pada Februari 2025.

"Peningkatan ini menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus bergerak positif, meskipun ada penurunan jumlah penumpang angkutan laut," jelas Agnes.

Ia menambahkan, peningkatan ini sebagian besar didorong oleh arus barang yang dimuat melalui pelabuhan-pelabuhan utama di wilayah Kalimantan Tengah.

“Pelabuhan Sampit dan Kumai tetap menjadi pusat aktivitas bongkar muat barang, dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total lalu lintas barang di provinsi ini,“ jelas Agnes lagi.

Selain itu, data BPS juga menunjukkan distribusi arus barang yang terkonsentrasi. Pelabuhan Sampit menyumbang sekitar 56,06 persen dari total arus barang, sedangkan Pelabuhan Kumai memberikan kontribusi sebesar 35,01 persen. Sisa arus barang terdistribusi ke pelabuhan-pelabuhan lainnya.

Agnes menegaskan bahwa peningkatan lalu lintas barang ini menjadi indikator penting dalam menilai kondisi ekonomi daerah.

"Hal ini membuktikan adanya daya tahan dan adaptasi sektor logistik laut di tengah tantangan dan perubahan iklim ekonomi," imbuhnya.

Dengan meningkatnya aktivitas angkutan barang melalui laut, diharapkan sektor pelayaran dan logistik di Kalimantan Tengah dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan distribusi barang ke berbagai daerah di provinsi ini. (TESTI PRISCILLA/j)